Rabu, 17 Juni 2009

KESEHATAN DAN KEBUGARAN

Gagasan bahwa olahraga dan aktivitas berkaitan dengan kesehatan bukanlah hal yang baru. Gagasan ini telah muncul sejak dahulu dari bangsa cina, romawi,dll. Referensi tentang nilai kesehatan dan olahraga dapat ditemui dlam catatan sejarah. Sebenarnya kita tidak pernah mengetahuibegitu banyak manfaat aktivitas bagi kesehatan dan kebugaran.

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN KESEHATAN DENGAN KEBUGARAN

Para ahliEpidemiologi telah meneliti populasi untuk menentukan hubungan antara kebiasaan seperti aktivitas fisik dan keberadaan penyakit tertentu. Dalam penelitian yang dilakukan pada alumni Harvard, 78.8 alumni dengan aktivitas yang paling sedikit meninggal karena kardiovaskular disbanding 43 alumni yang sangat active sehingga menghasilkan perbandingan risiko 43:78.8 = 0.54 (54%). Engan kata lain, risikonya lebih rendah 43% bagi alumni yang active.

Aktivitas dan Risiko Penyakit Arteri Koroner

Penyakit arteri koroner ( Coronary Artery Disease/CAD) merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu pada tahun 1993. American Heart Association menyatakan bahwa ketidak-aktivan(prilaku pasif) adalah factor risiko berkembangnya penyakit arteri koroner dan yang menambah parah adalah kurangnya aktivitas fisik dan ditambah lagi dengan merokok, meningkatnya kolesterol darah b dan hypertensi.
Atherosclerosis dapatdisebabkan oleh cedera/luka pada lapisan arteri koroner sehingga sejumlah besar lemak yang beredar menyerap pada bagian tersebut, ditambah dengan hipertensi dan bahan2 kimia radikal dalam rokok. Plak terbentuk sehingga menghambat aliran darah atau hingga arteri tersumbat dalam darah.

Ketidak-aktivan dan CAD

Penelitian epidemiologi yang dilakukan pada alumni Harvard untuk menentukan pengaruh aktivitas, aktivitas berat dan olahraga terhadap penyakit dan kematian yang dikarenakan oleh kardiovaskuler pada tahun 1986 dan penelitian-penelitian yang lain menunjukkan hasil yang sama, bahwa risiko penyakit jantung berbanding terbalik dengan jumlah aktivitas fisik secara teratur. Aktivitas fisik harus menguntungkan pada saat itu atau kontemporer, keikutertaan dalam olahraga di perguruan tinggi maupun SMU tidak memberikan jaminan dan perlindungan di masa yang akan dating. Pada kenyataannya orang dewasa yang active dapat mempertahankan risiko CAD, baik itu saat masih remaja orang tersebut active atau pasive. Namun, usaha dan latihan yang berat dan melelahkan terkadang dapat mempercepat perkembangan CAD.

Aktivitas Fisik dan Kebugaran

Penelitian epidemiologi tentang aktifitas fisik dan kebugaran ternyata dilakukan baru-baru ini. Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Steven Blaire dan hadold Kohl, melaporkan penelitian mereka terhadap lebih dari 10.000 pria. Mereka menganalisis kematian pria yang pasif dan active yang telah diukur tingkat kebugarannya dengan uji treadmill. Hasil yng didapat sangat mengejutkan dan mengubah cara pandang terhadap aktivitas kebugaran dan perencanaan olahraga.
Dalam penelitian itu, tingkat kematian kematian tiga kali lebih tinggi bagi pria yang pasif dan dikategorikan pasif. Diantara subjek yang pasif, kematian tidak terlalu berbeda tanpa memperhitungkan tingkat kebugaran aerobic. Penemuan ini menyimpulkan bahwa, bagi subjek pria dalam penelitian ini aktivitas memberikan keuntungan kesehatan yang terbanyak, dan bahwa tingkat kebugaran aerobic yang lebih tinggi tidak menghasilkan perlindungan dari kematian.
Ini tidak berrti bahwa kebugaran fisik tidak berkaitan dengan kesehatan. Pada kenyataannya, jika subjek yang pasif dan aktif dianalisis secara bersamaan terdapat kecenderungan kea rah kematian yang berkurang dengan meningkatnya kebugaran. Beberapa subjek pasif lebih bugar dari pada yang lainnya. Ini dikarenakan kebugaran fisik merupakan produk keturunan dan latihan. Dengan keturunan yang baik, individu yang pasif dapat memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik dibandingkan dengan subjek yang aktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar